Depresi merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri (suicide). Sebanyak 40% penderita depresi mempunyai ide untuk bunuh diri, dan hanya lebih kurang 15% saja yang sukses melakukannya. WHO memprediksikan bahwa pada tahun 2020, depresi akan menjadi salah satu gangguan mental yang banyak dialami dan depresi berat akan menjadi penyebab kedua terbesar kematian setelah serangan jantung. Berdasarkan data WHO tahun 1980, hamper 20% – 30% dari pasien rumah sakit di Negara berkembang mengalami gangguan mental emosional seperti depresi.
Gejala-gejala dari depresi sering ditandai dengan perasaan tertekan, takut, tidak bersemangat, sedih, konflik dengan teman, dan konflik dengan keluarga (Rahmayanti dan Rahmawati, 2018). Selain itu perilaku seseorang yang mengalami depresi juga berubah, jika sebelumnya seseorang senang bermain dengan teman-temannya namun sekarang seseorang tersebut lebih suka menyendiri atau tidak dapat bersosialisasi dengan lingkungan (Haryanto, Hartati dan Siti, 2015).Sedangkan dampak dari depresi dapat berupa mudah putus asa, harga diri rendah, isolasi sosial dan jika depresi ini tidak ditangani dengan tepat serta berkelanjutan akan menimbulkan pemikiran-pemikiran negatif salah satunya ide bunuh diri.
Ide bunuh diri merupakan suatu rencana dengan tujuan untuk mengakhiri hidupnya sendiri dengan segera. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemikiran ide bunuh diri yaitu kehilangan cinta, pengaruh lingkungan, perasaan tidak berdaya, masalah akademis, dan masalah keluarga seperti perceraian dan meninggal Davison, dkk.(2006). Hasil studi pendahuluan didapatkan 2 dari 10 siswa yang memiliki ide bunuh diri yang disebabkan oleh tekanan dari orang tua yang terlalu banyak keinginan serta membandingkan dirinya dengan orang lain sehingga dia merasa tidak percaya diri, tertekan dan tidak berguna. Diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi dan Undarwati (2014) tentang suicide ideation pada remaja di Kota Semarang, menyatakan bahwa menunjukkan sebesar 147 responden dari 442 responden memiliki atau pernah mengalami suicide ideation. Faktor-faktor yang mempengaruhi suicide ideation seperti: masalah keluarga, percintaan, tekanan psikologis, masalahan yang dihadapi, kurang perhatian, masalah di sekolah, pertemanan, harga diri rendah, tekanan sosialdan ekonomi, bosan hidup, putus asa, kesehatan, kematian seseorang, takut masa depan,dan kegagalan.
Faktor penyebab depresi yang memicu terjadinya ide bunuh diri pada seseorang adalah pemikiran negatif atau tidak baik terhadap dirinya sendiri, merasa putus asa dan jika perasaan psikologis ini terus berkelanjutan dapat memicu seseorang tersebut memiliki pemikiran bunuh diri. Kemudian hasil dari penelitian Aulia (2016) memperlihatkan bahwa ada hubungan depresi dengan ide bunuh diri pada seseorang. Pemicu dari masalah ini biasanya karena suatu masalah yang tidak terselesaikan, merasa terbebani, kemudian menyebabkan stress. Jika stress tersebut berkelanjutan sehingga menimbulkan gejala depresi yang cukup berat akan memicu pemikiran ide bunuh diri.
Lantas apa yang bisa kita lakukan sebagai pencegahan terhadap depresi yang apabila berkelanjutan dan dibiarkan saja bisa menyebabkan meningkatnya keinginan bunuh diri dari seseorang.? Dalam sebuah jurnal kajian dan penelitian psikologi menjelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai pencegahan Depresi terjadi atau tidak berkelanjutan, yaitu;
- BERSIKAP REALISTIS terhadap apa yang kita harapkan dan apa yang bisa kita lakukan.dalam melakuakn tindakan hendaklah pikirkan kemungkinan terbaik dan juga kemungkinan terburuk.
- TIDAK MENYALAHKAN diri sendiri atau orang lain saat kita melakukan suatu kesalahan atau mengalami kegagalan, jangan hanya focus terhadap siapa penyebabnya namun cobalak memeluk keadaan, menerima nya dan apabila sudah cukup membaik baru coba pikirkan solusi yang mungkin dapat dilakukan atau upaya pencegahan agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi dikemudian hari.
- TIDAK MEMBANDING-BANDINGKAN diri dengan orang lain ataupun kehidupan orang lain. karna sejatinya setiap bunga punya waktu yang berbeda untuk mekar, setiap orang juga ada masanya
- TIDAK MENYENDIRI, menjauhi diri dari pergaulan, lebih bersosialisasi, melakukan aktivitas dengan lingkungan sekitar. manusia adalah makhluk sosial perlu sekali kita bersosialisasi atau minimal punya seseorang yang dipercaya sebagai teman berkeluh kesah agar semua tidak tertelan sendiri dan juga terkadang dengan bercerita ke orang lain,kita bisa mendapat solusi baru yang layak dicoba.
“suicide does not end the possibility of life getting worse, but rather eliminates the possibility of life getting better.”
Penulis : Novera Mawaddah Khairani (SCORA)






