RISE
(Breaking the Silent)
SCOME CIMSA FK UNRI
Halo CIMSA!
Sabtu, 10 April 2021 tepat pada pukul 09.00 – 11.00. CIMSA FK UNRI sukses menyelenggarakan RISE. Apa sih yang dimaksud dengan RISE? RISE adalah Breaking The Silence, merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan SCOME dan berkenaan dengan cara berbicara/ menggunakan bahasa isyarat. Kegiatan ini diadakan secara online melalui Zoom Meeting dikarenakan situasi COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia masih melanda.
Menurut Federasi Tuna Rungu Dunia, ada sekitar tujuh puluh dua juta orang tunarungu di seluruh dunia. Dan 80% lebih dari mereka tinggal di negara berkembang.
Selain itu, pelayanan kesehatan di Indonesia juga masih sulit dalam memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa isyarat diperlukan untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi. Maka, hal tersebutlah yang mendorong SCOME CIMSA FK UNRI mengadakan RISE (Breaking the Silence). Nah, RISE bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bahasa isyarat dalam menegakkan hubungan yang harmonis antara petugas kesehatan dan penyandang disabilitas.
Sebelum kegiatan RISE dimulai, panitia melakukan pelatihan terlebih dahulu. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Maret 2021 pukul 19.00 – 21.30 WIB. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh seluruh panitia (OC) dan materi disampaikan oleh salah satu Medical Education Trainer (MET) CIMSA FK UNRI yaitu Dina Br Nababan dari SCOME. Materi yang disampaikan terkait dengan pengenalan dan penjelasan dasar bahasa isyarat berupa huruf dan melatih keterampilan panitia terkait secara singkat bahasa isyarat. Selain itu, pemateri Dina Br Nababan juga menyampaikan perbedaan bahasa isyarat BISINDO dan SIBI kepada peserta.
Dalam pelaksanaannya, RISE terdiri dari dua aspek utama. Bagian pertama diisi dengan pemaparan dari Sherfan Putera Halim, S.Hut. dari Komunitas Tuli Lancang Kuning Riau (KUTILANG RIAU). Informasi yang dibagikan terdiri dari Pengertian tuna rungu, penyebab, perbedaan budaya antara tuna rungu dan bisu, serta hal-hal yang perlu diperhatikan saat bertemu dengan penyandang tuna rungu.

Poster informasi tentang kegiatan RISE oleh CIMSA FK UNRI

Penyampaian materi menggunakan zoom oleh Sherfan Putera Halim, S.Hut.

Penyampaian materi menggunakan zoom oleh Annela Rahma
Nah, Bagian kedua diisi dengan latihan bahasa isyarat yang dipandu oleh Annela Rahma. Dari Gerakan Kesejahteraan Untuk Tunarungu Indonesia (GERKATIN). Praktik yang kami lakukan terdiri dari Alfabet dalam bahasa isyarat dan cara dokter berkomunikasi dengan pasien penyandang disabilitas. Harapan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah orang-orang sekitar lebih paham tentang bahasa isyarat dan kedepannya bisa membantu pasien penyandang disabilitas.


