
Narasumber : dr. Indah Prasetya Putri (LORA CIMSA FK UNRI 2010/2011)
Akhir 2019 ditutup dengan laporan mengejutkan yang dirilis oleh Pemerintah Cina tentang merebaknya wabah Virus Corona atau COVID-19 yang disebabkan oleh SARS CoV2. Pertama kali virus ini ditemukan di Kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019.
Lalu pada bulan Januari 2020, World Health Organization (WHO) menyatakan wabah penyakit virus corona baru (COVID-19), sebagai darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Wabah ini penyebarannya berisiko tinggi ke negara lain di seluruh dunia. Merebaknya wabah itu membuat sejumlah negara melakukan langkah preventif, mulai dari isolasi, karantina wilayah, hingga lockdown.
Namun, masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona COVID-19 dengan tatanan baru yang disebut new normal. New normal berarti menjalankan aktivitas dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan serta melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan menerapkan new normal masyarakat bisa tetap melakukan aktifitas diluar ruangan seperti sebelumnya dengan catatan harus selalu menerapkan himbauan tentang kesehatan. Efektif atau tidaknya kebijakan new normal ini tergantung kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Jika masyarakat tidak patuh terhadap aturan dan protokol kesehatan maka, kasus Covid-19 akan terus meningkat.
Selain menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), memperhatikan pola hidup yang baik juga perlu diperhatikan. Menjaga pola makan yang sehat dan berolahraga sangat penting selama masa pandemi Covid-19 untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang baik. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh merupakan pertahanan tubuh untuk melawan bakteri, virus dan organisme penyebab penyakit yang mungkin kita sentuh, konsumsi dan hirup.
Hal-hal yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, yaitu :
- Konsumsi makanan sehat dan bergizi.
Selama masa pandemi ini, mengolah makanan sendiri tentu lebih sehat dan higienis dibandingkan makanan cepat saji yang di beli diluar. Ada baiknya, kita juga memperhatikan kandungan gizi seimbang dari makanan yang dimasak. Adapun makanan bergizi seimbang terdiri dari :
- Makanan pokok, yang merupakan sumber karbohidrat untuk diolah menjadi energi yang dibutuhkan tubuh, dapat berupa nasi, jagung, kentang, umbi-umbian.
- Lauk pauk, yang merupakan sumber protein sebagai zat pembangun dan pengatur bagi tubuh, baik hewani maupun nabati. Seperti ayam, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
- Sayur dan buah, yang merupakan sumber serat, vitamin dan mineral. Terutama sayur dan buah yang berwarna, banyak mengandung vitamin dan berfungsi sebagai antioksidan.
- Konsumsi suplemen multivitamin, jika diperlukan. Multivitamin dikonsumsi ketika kebutuhan meningkat atau terjadi kekurangan asupan. Misalnya ketika sakit, wanita hamil atau menyusui, orang lanjut usia, atau dalam masa pemulihan sakit.
- Olahraga
Lakukanlah olahraga sekurang-kurangnya 30 menit secara rutin 3-5 kali seminggu. Berolahraga secara teratur dapat meningkatkan sistem metabolisme, kekebalan tubuh, dan mengeluarkan racun dari tubuh. Untuk saat ini, olahraga dirumah tetap menjadi pilihan aman di masa pandemi. Jika melakukan olahraga diluar ruangan, harus tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan karena intensitas kerumunan orang diluar rumah rentan menularkan virus.
- Mengurangi stress
New normal juga menyebabkan perubahan kegiatan yang mempangaruhi kesehatan mental. Penting untuk mengurangi stress dan cemas berlebihan yang menyebabkan otak mengeluarkan hormon Noradrenalin. Hormon ini membuat fisik menjadi lemah dan menurunkan daya tahan tubuh sehingga tubuh akan rentan terhadap penyakit. Hal ini bisa diatasi dengan cukup istirahat, menjaga komunikasi dengan orang terdekat, dan hiburan yang membuat relaks.
Tetap menjaga kesehatan diri selama new normal agar kesehatan tubuh tetap terjaga adalah salah satu hal penting yang dilakukan saat ini. Selain itu, lakukanlah tindakan pencegahan baik saat berada dirumah maupun di tempat umum dengan tetap mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari paparan virus Covid-19.






