CEPHALOSPORIN

(Cegah Resistensi Antibiotik Segera Mungkin)

LOKAL CIMSA FK UNRI

Halo CIMSA!

CIMSA FK UNRI sukses menggelar CEPHALOSPORIN (Cegah Resistensi Antibiotik Segera Mungkin) pada 1 – 6 Juli 2021. CEPHALOSPORIN merupakan Project Lokal CIMSA FK UNRI yang dikelola oleh Tim PC dalam bentuk kampanye dan event. CEPHALOSPORIN dimaksudkan untuk menambah pengetahuan dan diharapkan dapat mengubah perilaku di bidang kedokteran bagi mahasiswa kedokteran dan masyarakat. Kegiatan ini diadakan secara online karena situasi COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia.

Seperti biasa, untuk menambah pengetahuan dasar sebelum kegiatan CEPHALOSPORIN, panitia CIMSA FK UNRI mengadakan pelatihan pra kegiatan pada tanggal 5 Juni 2021. Pelatihan diberikan oleh salah satu trainer CIMSA FK UNRI, yaitu Anisa Dwi Budiarti selaku Project Coordinator CIMSA FK UNRI. Dalam pelatihan ini materi yang diberikan adalah tentang penyakit menular dengan fokus pada resistensi antimikroba. Untuk mengetahui lebih baik masalah dimasa depan dari mulai melakukan joblist panitia, pelatihan ini juga menyertakan diskusi kelompok di antara peserta pelatihan. Di dalam pelatihan juga diadakan pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan.

Gambar 1 : Penyampaian materi resistensi antibiotik

Kegiatan ini Terdiri dari 6 hari, rangkaian demi rangkaian acara terselesaikan dengan baik mulai dari hari pertama sampai terakhir. Pada kali ini CEPHALOSPORIN memposting tentang resistensi antimikroba di semua media sosial CIMSA FK UNRI seperti Spotify, Instagram, Line, dan Youtube. Hari pertama, kami memposting podcast di spotify @cimsaunri tentang masalah antibiotik. Hari kedua, kami memposting video teaser webinar di igTV dan Youtube @cimsaunri. Hari ketiga, panitia dan peserta mengunggah twibbon di Instagram Story mereka Hari keempat yang merupakan bagian terpenting dari acara, yaitu kami mengadakan sesi webinar. Kami mengundang 2 pembicara yang sangat luar biasa, dr. Dina Fauzia, Sp. FK sebagai wakil ketua KPRA pada Rs. Awal Bros Pekanbaru dan dr. Yohanes, M.Si, Sp. KKLP selaku Kepala Dinas Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Selain itu, kami juga mengundang alumni CIMSA UNRI yang luar biasa sebagai moderator, yaitu dr. Arief Budiman. Hari kelima, kami memposting kuis di Instagram Story @cimsaunri dan berisi pertanyaan tentang benar atau salahnya resistensi antimikroba. Digunakan untuk mengetahui pengetahuan peserta setelah webinar. Hari terakhir, kami mengumumkan pemenang kuis dan juga penjelasan tentang kuis dengan harapan para penonton akan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang resistensi antimikroba dan diharapkan dapat mengubah perilaku kedokteran bagi mahasiswa kedokteran dan juga masyarakat.

Gambar 2 : Rangkaian acara

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment